Tolong Klik Disini Untuk Membantu Saya Membeli Roti Setiap Harinya!

Laporan Pendahuluan Gizi Seimbang

LAPORAN PENDAHULUAN

Nama                           : Zenna Dwi Amalia
Waktu                         : 40 menit
Tempat                        :  Ruang Multimedia Poltekkes Tanjung Karang


I. Latar Belakang
Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya).
Saat ini Indonesia mengalami masalah gizi ganda, ditunjukkan dengan persentase status gizi kategori kurus pada balita 13,3%,dan anak sekolah usia 6- 12 tahun 12,2%. Sementara itu kegemukan terjadi 14% pada balita, 9,2% pada anak sekolah usia 6-12 tahun,dan 21,7% pada usia lebih dari 18 tahun (Riskesdas, 2010). 

Baca Selengkapnya 










Namun, perlu pula diingat bahwa permasalahan gizi di Indonesia tidak terlepas dari kondisi Indonesia yang merupakan daerah rawan bencana alam. Berdasarkan data EMDAT: The OFDA/CRED International Disaster Database (2011) sejak 1907 hingga 2010,Indonesia mengalami berbagai macam bencana dengan total jumlah kejadian 402 kali, korban meninggal 241.091 orang,total korban 27.938.205orang,dan kerugian material USD23.933.458.000 (sekitar Rp240 triliun).
Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan pola gizi berimbang dan fortifikasi makanan sehingga amat tepat Hari Gizi Nasional 2011 mengambil tema “Pola Gizi Seimbang, Investasi Bangsa”.
Direktorat gizi depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan pedoman umum gizi seimbang (pugs). Tujuan pugs merupakan alat untuk memberikan penyuluhan pangan dan gizi kepada masyarakat luas, dalam rangka memasyarakatkan gizi seimbang. Pedoman disusun dalam rangka memenuhi salah satu rekomendasi konferensi gizi internasional di roma pada tahun 1992. PUGS merupakan penjabaran lebih lanjut dari pedoman 4 sehat 5 sempurna  yang memuat pesan-pesan yang berkaitan dengan pencegahan baik masalah gizi kurang, maupun masalah gizi lebih yang selama 20 tahun terakhir mulai menampakkan diri di indonesia (diambil dari almatsier, 2002).

II. Rencana Keperawatan
a. Diagnosis Keperawatan Komunitas
1). Risiko menurunnya gizi seimbang pada keluarga.
2). Kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang.
b. Tujuan Umum
Setelah dilaksanakan asuhan keperawatan komunitas diharapkan kasus gizi seimbang yang terjadi di setiap keluarga mengalami penurunan sebesar 40 %.
c. Tujuan Khusus
     Setelah mengikuti penyuluhan ini audiens tersebut dapat :
1. Memahami pengertian gizi seimbang dengan bahasa sederhana.
2. Memahami gizi seimbang terdiri dari apa saja.
3. Memahami manfaat memenuhi gizi seimbang
4. Memahami akibat tidak terpenuhinya gizi seimbang
5. Memahami pedoman PUGS

III. Rancangan Kegiatan
v Topik                           : Gizi Seimbang
v Metode                        : Ceramah dan tanya jawab.
v Media                          : Laporan Pendahuluan, Satuan Penyuluhan, Leaflet, Lembar Balik
v Waktu dan tempat      : Kamis, 21 Juli 2011 bertempat di Ruang Multimedia Poltekkes tanjung Karang

IV. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan.
b. Peran dan tugas penyuluh maupun sasaran sesuai perencanaan.
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
b. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir.
c. Audiens berperan aktif selama penyuluhan.


3. Evaluasi Hasil
a.    Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menjelaskan definisi dari gizi seimbang.
b. Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan gizi seimbang terdiri dari apa saja.
c. Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan manfaat terpenuhinya gizi seimbang.
d. Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan akibat tidak terpenuhinya gizi seimbang.
e.    Minimal 60% audiens dapat menyebutkan pedoman PUGS.























LAMPIRAN : DAFTAR HADIR

DAFTAR HADIR PENYULUHAN
TOPIK : GIZI SEIMBANG

Hari/Tanggal/Jam     : Kamis, 14 Juli 2011 Jam 09.00 WIB
Tempat                       : Ruang Multimedia Poltekkes tanjung Karang

Tidak ada komentar: