Tolong Klik Disini Untuk Membantu Saya Membeli Roti Setiap Harinya!

pengkajian sistem pernafasan

System saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. System ini meliputi system saraf pusat dan system saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara resptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan contohnya otot dan kelenjar.
A. SEL SARAF
System saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (implus) yang berupa rangsang atau tanggapan.











Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang didalam nya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu debdri dan akso (neurit).
Denrit berfungsi mengirimkan implus kebadan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan implus dari badan sel kejaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrite pendek.

Setiap neuron hanya mempunyai satu aksson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak diseluruh serabut saraf mielin. Membrane plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi myelin adalah melindungi akson dan member nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus myelin disebut nodus Ranvier yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
1.     Sel saraf sensori
Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke system saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

2.     Sel saraf motor
Fungsi sel saraf motor adaah mengirim impuls dari system saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di system saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.

3.     Sel saraf intermediet
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam system saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam system saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya
Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau impuls saraf.
A.   Konsep Dasar System Saraf
Sistem saraf manusia merupakan suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus, dan berhubungan satu sama lain, mengkoordinasi, menafsirkan dan mengatur interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dalam system ini segala fenomena kesadaran, fikiran, ingatan bahasa, sensasi, dan gerakan berasal. Sistem ini memungkinkan adanya respon penyesuaian terhadap keadaan, baik di dalam, maupun di luar tubuh. Struktur dasar dan unit fungsional system ini adalah neuron yang tersusun dan menjadi dua bagian pokok yaitu :
1.     Saraf Sadar
2.     Saraf Otonom
1.     Saraf Sadar
Terdiri dari otak dan medulla spinalis, yang terletak di rongga tengkorak dan columna vertebralis. Otak terdiri dari tiga bagian yaitu : cerebrum, cerebellum, dan batang otak.
a.     Cerebrum (otak besar)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.

Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak si sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik.

Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut adalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.



b.     Otak Tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat thalamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

c.      Otak Kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

d.     Batang Otak (Medulla Oblongata)
Batang otak juga disebut sumsum penghubung, karena menghubungkan otak kecil dengan sumsum tulang belakang. Letaknya di bawah agak ke depan otak kecil, dan di bawah otak besar. Sumsum lanjutan berfungsi untuk mengatur kecepatan pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan kegiatan tubuh lainnya yang tidak disadari.

e.      Sumsum Sambung (Medulla Oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang dating dari medulla spinalis menuju otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

f.       Sumsum Tulang Belakang (Medulla Spinalis)
Sumsum tulang punggung berada di dalam rongga ruas-ruas tulag punggung yang memenjang mulai dari ruas leher sampai ruas tulang punggung yang kedua. Sumsum tulang punggung dikelilingi oleh tiga lapisan membrane atau meninges, yaitu piameter (dekat otak atau korda), durameter (melapisi cranium dan saluran neural tulang vertebra), dan akranoidn(membrane yang longgar antara kedua lapisan itu). Tiap saraf spinal mempunyai dua buah akar, sebuah akar dorsal (sensori) yag mengandung ganglion dan sebuah akar ventral (motor). Sumsum tulang punggung berfungsi untuk menghantarka impuls saraf dari dank e otak dan sebagian pusat gerak refleks.

2.     Susunan saraf tepi
Susunan saraf tepi terdiri dari 12 pasang serabut saraf otak otak dan 31 pasang serabut tulang punggung. Serabut saraf otak keluar dari otak. Tiap pasang serabut saraf otak akan menuju ke alat tubuh atau otot tertentu, misalnya ke mata, hidung, telinga, dan lain sebagainya.

Sedangkan serabut saraf sumsum tulang punggung keluar dari sela-sela ruas tulang punggung. Seperti halnya serabut saraf otak, serabut saraf sumsum tulang punggung juga berpasangan. Pasangan-pasangan itu berjalan sejajar menuju ke bagian depan tubuh. Serabut saraf tulang punggung terdiri dari serabut saraf  sensorik dan serabut saraf motorik. Pangkal dan ujung saraf dan saraf motorik berpisah.

a.     12 serabut saraf otak
·        Nervus Olfaktorius
Nervus Olfaktorius bersufat sensorik menyerupai hidung, membawa rangsangan aroma (bau-bauan) dan rongga hidung ke otak. Saraf pembau yang keluar dari otak ke bawah dahi, disebut lobus olfaktorius. Kemudian saraf ini melalui lubang yang ada di dalam tulang tapis akan menuju rongga hidung selanjutnya meuju sel-sel panca indera.

·        Nervus Optikus
Nervus optikus bersifat sensoris, mensarafi bola mata, membawa rangsangan penglihatan ke otak. Serabut mata yang serabut-serabut sarafnya keluar dari bukit IV dan pusat-pusat di dekat serabut-serabut tersebut, memiliki tangkai otak dan membentuk saluran optik dan bertemu di tangkai hipofise serta membentang sebagai saraf mata, serabut tersebut tidak semuanya bersilang. Sebagian serabut saraf terletak di sebelah sisi serabut yang bersaal dari saluran optik. Oleh sebab itu serabut saraf dating dari sebelah kanan begitu sebaliknya retina kiri tiap-tiap mata terdapat di sebelah kiri.

·        Nervus Okulomotoris
Nervus okulomotoris bersifat motoris mensarafi otot-otot orbital (otot penggerak bola mata). Di dalam saraf ini terkandung serabut-serabut saraf otonom (parasimpatik). Saraf penggerak mata keluar dari sebelah tangkai otak dan menuju ke lekuk mata yang berfungsi mengangkat kelopak mata atas, selain itu mempersarafi otot miring atas mata dan otot lirus sisi mata.


·        Nervus Trigenimus
Nervus trigenimus bersifat majemuk (sensoris motoris). Saraf ini mempunyai tiga buah cabang yaitu ervus oftalmikus, nervus maksilaris, nervus madibularis. Fungsinya sebagai saraf kembar tiga, saraf ini merupakan saraf otak besar yang mempunyai dua buah saraf akat besar yang mengandung serabut saraf penggerak.

·        Nervus Abdusen
Nervus abdusen bersifat motoris mensarafi otot-otot orbital. Fungsinya sebagai saraf penggoyang sisi mata karena saraf ini keluar di sebelah bawah jembatan pontis menembus selaput otak tursika.

·        Nervus Glosofaringeus
Nervus glosofaringeus bersifat majemuk, mensarafi faring, tonsil, dan lidah. Saraf ini dapat membawa rangsangan cita rasa ke otak, di dalamnya mengandung saraf-saraf otonom. Fungsinya sebagai saraf lidah tekak.

·        Nervus Vagus
Nervus vagus bersifat majemuk, mengandung serabut-serabut saraf motorik, sensorik, dan parasimpatis faring, laring, paru-paru, dan esophagus. Fungsinya sebagai saraf perasa saraf ini keluar dari sumsum penyambung dan terdapat di bawah saraf lidah tekak.

·        Nervus Asesorius
Nervus asesorius bersifat motoris dan mensarafi musklus sternokleidomastoid dan musklus trepizuis. Fungsinya sebagai saraf tambahan. Terbagi atas dua bagian yang berasal dari sumsum tulang belakang.

·        Nervus Hipoglosus
Nervus hipoglosus bersifat motoris dan mensarafi otot-otot lidah. Fungsinya sebagai saraf lidah. Saraf ini terdapat di dalam saraf penyambung, akhirnya bersatu dan melewati lubang yang terdapat di sisi foramen oksipital. Saraf ini juga memberika ranting-ranting pada otot yang melekat pada tulang lidah dan otot lidah.



3.     Susunan saraf otonom
Saraf-saraf yang mengatur kerja organ tubuh yang tanpa disadari disebut susunan saraf tak sadar (saraf otonom). System saraf otonom secara structural berhubungan dengan saraf pusat. Susunan saraf simpatik (yang muncul dalam daerah toraks) dan saraf parasimpatik (yang muncul dalam daerah kranila dan sacral). Secara fungsional, reaksi susuna saraf parasimpatik itu antagonis dengan reaksi susunan saraf simpatik.



a.       Susunan Saraf Simpatik
Susunan saraf simpatik berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. Ke-25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan, mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. Ganglia-ganglia ini berhubungan dengan system saraf pusat melalui system saraf tulang punggung, dengan mempergunakan cabang-cabang penghubung, yang bergerak keluar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang punggung. Dari tiap ganglion kelurlah urat saraf ke paru-paru, jatung, alat pencernaan, ginjal, dan pembuluh darah. Fungsi saraf simpatik yaitu sebagai mempercepat denyut jantung, memperlebar pembuluh darah, memperlebar bronkia mengerutkan bronkia, dan mempertinggi tekaan darah.

b.      Susunan Saraf Parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jarring-jaring yang berhubungan dengan ganglia yag terbesar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju organ tubuh dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Tiap susunan saraf otonom dibina oleh saraf sensorik dan motorik. Pusat saraf otonom berpangkal pada ujung akar dorsal dan medulla oblongata.
Tabel Fungsi Saraf Otonom
Parasimpatik
Simpatik
·   Mengecilkan pupil
·   Menstimulasi aliran ludah
·   Memperlambat denyut  jantung
·   Membesarkan bronkus
·   Menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
·   Mengerutkan kantung kemih
·      Memperbesar pupil
·      Menghambat aliran ludah
·      Mempercepat denyut jantung
·      Mengecilkan bronkus
·      Menghambat sekresi kelenjar pencernaan
·      Menghambat kontraksi kantung kemih

4.      Gerak Refleks
Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghataran impuls oleh saraf.
Gerak pada umumnya terjasi secara sadar, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan control dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.
Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh sel saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.


























BAB III
KESIMPULAN


Sistem saraf tersusun oleh berjuta – juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi.Sistem ini meliputi system saraf pusat dan system saraf tepi.
Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai(berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.

Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron).Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (implus) yang berupa rangsang atau tanggapan.
Berdasarkan struktur dan fungsinya,sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok ,yaitu sel saraf sensori,sel saraf motor,dan sel saraf intermediet ( asosiasi )

Implus dapat dihantarkan dengan beberapa cara :

1.      Penghantaran implus melalui sel saraf
2.      Penghantaran implus melalui sipanis

Sistem saraf pusat meliputi otak ( ensefalon ) dan sumsum  tulang belakang (medulla spinalis ).Keduanya perlu perlindungan.Selain tengkorak dan ruas – ruas tulang belakang otak.

System saraf pusat meliputi otak (ensefalon ) dan sumsum tulang belakang (Medula Spinalis ).Keduanya merupakan organ yang sangat lunak dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.Selain tengkorak dan ruas – ruas tulang belakang.Otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meringis.Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang di sebut meringis.


1 OTAK
Otak mempunyai lima bagian utama yaitu : otak besar (serebrum),otak tengah (mesensefalon ),otak kecil (serebelum ),umsum sambung (medulla oblongata ) dan jembatan varol.

2.Sumsum tulang belakang
Implus sensori dari reseptor dihantar masuk kesumsum tualng belakang melalui tanduk dorsal dan implus motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor.


 Parasimpatik
 Simpatik
·         Mengecilkan pupil
·         Menstimulasi aliran ludah
·         Memperlambat denyut jantung
·         Membesarkan bronkus
·         Menstimulus sekresi kelenjar pencernaan
·         Mengerutkan kantong kemih
·         Mempebesar pupil
·         Menghambat aliran ludah
·         Mempercepat denyut jantung
·         Mengcilkan bronkus
·         Menghambat sekresi kelenjar pencernaan
·         Menghambat kontraksi kandung kemih


                       TABEL SIFAT DAN FUNGSI SARAF OTAK


Urutan
Saraf
Saraf dan fungsi
Nama
Saraf
Sifat Saraf
I
Nervus olfactorius
Sensorik
Hidung,sebagai alat perciuman
II
Nervus optikus
Sensorik
Bola mata ,untuk penglihatan
III
Nervus okulomotoris
Motorik
Penggerak bola mata dan mengangkat kelopak mata
IV
Nervus trokearis
Motorik
Mata,memutar mata dan penggerak bola mata
V
Nervus trigeminus
-          N.oftalmikus
-          N. Maksilaris
-          N.Mandibularis
Motorik
Dan sensorik
Motorik dan sensorik
SEnsorik
Motorik dan sensorik


Kulit kepala dan kelopak mata atas
Rahang atas paltum dan hidung
Rahang bawah dan lidah
VI
Nervus abdusen
motorik
Mata,penggoyang sisi mata
VII
Nervus fasialis
Motorik dan sensorik
Otot lidah ,menggerakan lidah dan selaput lender rongga mulut
VIII
Nervus auditoris
Sensorik
Telinga ,rangsangan pendengaran
IX
Nervus gloso-faringeis
Sensorik dan motorik
Faring,tonsil dan lidah rangsangan cita rasa
X
Nervus vagus
Sensorik motorik
Jantung,lambung,usus halus,laring
XI

XII
Nervus asesorius

Nervus hipoglosus
Motorik

Motorik
Leher,otot leher

Lidah,cita rasa,dan otot lidah


Tidak ada komentar: